Limapuluh Kota, Humas – Tim Kompetisi Riset dan Eksperimen Siswa Indonesia (KREASI) Tahun 2025 dari MTsN Kabupaten Limapuluh Kota menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Ajang yang digelar di Hotel Royal Palm, Jakarta, pada 4–6 November 2025 ini menjadi panggung unjuk kemampuan riset, kreativitas, dan inovasi para siswa madrasah dari berbagai provinsi di Indonesia.
Dari hasil kompetisi, tim MTsN Kabupaten Limapuluh Kota sukses membawa pulang tiga medali emas, lima medali perak, tiga medali perunggu, serta enam penghargaan Honorable Mention. Tak hanya itu, mereka juga meraih satu Video Favorit, satu Best Expo, satu Best Presenter, dan satu The Best Expo (Stand Pameran Terbaik).
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Limapuluh Kota, H. Irwan, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga yang mendalam atas capaian tersebut.
“Ini adalah hasil perjuangan panjang yang tidak mengecewakan. Anak-anak madrasah telah menunjukkan bahwa mereka mampu berkompetisi di tingkat nasional melalui riset, budaya, dan kreativitas lintas bidang. Prestasi ini membawa harum nama daerah, lembaga, dan madrasah,” ujar H.Irwan.
Kasubbag TU Kantor Kemenag Kabupaten Limapuluh Kota, H. Ifkar, turut menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas capaian para siswa madrasah tersebut.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa madrasah hari ini telah bertransformasi menjadi lembaga pendidikan yang unggul dan kompetitif. Semangat dan kerja keras para siswa, guru pembimbing, serta kepala madrasah patut diapresiasi. Kami berharap keberhasilan ini menjadi motivasi bagi madrasah lainnya untuk terus meningkatkan mutu dan prestasi,” ujar Ifkar.
Berikut daftar lengkap siswa-siswi peraih prestasi dari masing-masing madrasah:
MTsN 2 Limapuluh Kota
1. Athaya Syukriyah & Asiyahtul Hamidah – Honorable Mention, “Ciput Murah, Mbak”: Fenomena Hijab Poni di Kalangan Remaja Perempuan (Bidang Bahasa, Budaya, dan Agama).
2. Hanum Afiza Mahiska & Reisya Aprilia – Honorable Mention, “Remaja di Persimpangan Makna”: Dampak Darurat Epistemologi Terhadap Masyarakat Post-Truth (Bidang Sosial, Ekonomi, dan Kewirausahaan).
3. Syla Putri & Sari Oktavia – Honorable Mention, Manisnya Janji Skinfluencer, Pahitnya Risiko di Balik Skincare Online.
4. Hanum Afiza Mahiska & Raisya Aprilia – The Best Expo (Stand Pameran Terbaik).
MTsN 3 Limapuluh Kota
1. Aisyah Tri Wulan Dari & Wina Afriyundha – Emas, Dima Bumi Dipijak Disinan Langik Dijunjuang: Falsafah Minangkabau Sebagai Pilar Moderasi Beragama di Nagari Sarilamak.
2. Adzkiya Shakira Hanifah – Emas, Terapi Sufistik: Penyembuhan Mentally Drained di Surau Tarekat Lima Puluh Kota, Payakumbuh.
3. Hanum Tanaya Armi – Emas, Batangeh: Eksplorasi Teknik Uap Tradisi Minangkabau untuk Relaksasi dan Perawatan Kulit Alami.
4. Rosalina Chand – Perak, Dari Gema Pusaka ke Gaung Maya: Transformasi dan Signifikansi Seni Basampelong Talang Maur.
5. Kirana Nur Arifah & Jamilatul Lathifah – Perak, The Balancing Act: Kehidupan Ganda Atlet Paralayang Lima Puluh Kota.
6. Adlan Riandra & Farel Ramdhan Putra – Perak, Balunau Minangkabau Sebagai Teknik Pengawetan Tradisional Kayu.
7. Fhiona Cahyati – Perunggu, Eksplorasi Pola Komunikasi Anak Tunagrahita di SLB Payakumbuh dan Limapuluh Kota.
8. Anugerah Pratama & M. Luthfi Alkhairi – Honorable Mention, Konstruksi Rumah Gadang Perspektif STEAM.
9. Malika Ummairah & Shakirah – Honorable Mention, Analisis Metabolit Sekunder pada Daun Tui.
10. Anugerah Pratama & M. Luthfi Alkhairi – Video Favorit.
11. Rosalina Chand – Best Expo.
12. Aisyah Tri Wulan Dari & Wina Afriyundha – Best Presenter.
MTsN 5 Limapuluh Kota
1. Alifa Vaneska & Fatikah Al Qaisa – Perak, Kehidupan di Bawah Langit Terbuka: Perilaku Masyarakat Jalanan di Pertamina Ngalau, Payakumbuh.
2. Ashika Samaira Afarin & Haanifah Almirah – Perunggu, #KaburAjaDulu: Fenomena Tagar dan Dampaknya terhadap Nasionalisme Generasi Muda.
3. Nurlaylatul Fitri & Shinta Rizria Ningsih – Honorable Mention, Mengungkap Kepingan Sejarah yang Tertimbun: Persepsi Generasi Muda terhadap Peristiwa Situjuh.
MTsN 7 Limapuluh Kota
1. Naysila Amalia & Hanifa Nurfazira – Perak, Generasi Muda dan Krisis Profesi Petani Sawah di Nagari Maek.
2. Az Zahratul Hasyfa & Stevanya Angela – Perunggu, Kajian Ekonomi-Sosial: Gender Stereotip Peran Buruh Tani Perempuan di Nagari Maek.
Kasi Pendidikan Madrasah, H. Rizki Eka Putra, juga menyampaikan rasa syukur dan bangga atas capaian luar biasa tersebut.
“Ini bukti nyata bahwa madrasah tidak hanya unggul dalam bidang agama, tetapi juga dalam riset dan sains. Kami berharap prestasi ini menjadi inspirasi bagi madrasah lainnya untuk terus berinovasi dan berprestasi,” ungkap Rizki.
Dengan capaian ini, MTsN se-Kabupaten Limapuluh Kota berhasil mengukir sejarah baru dalam ajang KREASI Nasional 2025. Prestasi tersebut menjadi motivasi kuat bagi seluruh siswa madrasah untuk terus berkarya, meneliti, dan berkontribusi bagi kemajuan pendidikan di Indonesia. (RA)
SURAU, LAPAU DAN RANTAU ADALAH DASAR BUDAYA PENDIDIKAN SUKU MINANGKABAU